Genteng Aspal Anti Bocor

Material pembentuk genteng semakin beragam. Kalau dulu banyak yang dari tanah liat atau keramik, kini ada juga atap dari aspal. Lebih ringan, dan antibocor.

Material pembentuk genteng semakin beragam. Kalau dulu banyak yang dari tanah liat atau keramik, kini ada juga atap dari aspal. Lebih ringan, dan antibocor.

GENTENG di Indonesia umumnya berbahan tanah liat. Material dasar ini mudah didapatkan, hingga banyak orang menjual dan menggunakan genteng tanah liat. Kini, selain atap genteng tanah liat, cukup banyak material pembentuk genteng lainnya, salah satunya aspal (bitumen).

Genteng dari aspal ini tentu tak sepenuhnya dari material aspal. Genteng merupakan perpaduan antara bubuk kertas, serat organik, resin, serta aspal. Material ini diolah sehingga menghasilkan sebuah genteng yang ringan, lentur, dan tahan air.

“Aspal dalam hal ini berfungsi sebagai water proofing. Atap menjadi tahan akan kebocoran,” ujar Ferry W Djajaprawira, Technical Manager Onduline Indonesia.

Selain anti bocor, genteng aspal ini juga lebih ringan dibandingkan genteng tanah liat, beton, atau keramik. Bobot per lembarnya sekitar 4kg per m². Bandingkan dengan atap genteng, yang berat satuannya bisa antara 4-8 kg. Tentu ini menjadi salah satu nilai keunggulan genteng aspal. Dengan bobot yang ringan, konstruksi atap pun bisa diminimalkan, sehingga budget pun bisa dihemat.

Nah, jika Anda sedang membangun rumah, atau hendak mengganti atap, produk ini layak dilirik.

Whery

Satu Tanggapan

  1. wow..anti puting beliung ga ya? jgn2 krn saking ringan nya bs terbang? makek nya dipaku kaya asbes gtu yak?

Tinggalkan Balasan