Balok Beton Retak

Retak struktur pada balok memiliki pola vertikal dan diagonal, selain itu terdapat juga pola retak rambut. Keretakan balok betonn dapat di kategorikan menjadi retak struktural yang terdiri dari retak lentur yang memiliki pola vertikal/tegak biasanya disebabkan oleh beban yang melebihi kemampuan balok, dan retak geser yang memiliki pola vertikal. Retak geser juga dapat terjadi jika balok terkena gaya gempa.

Selain itu keretakan balok dapat disebabkan proses pengerjaan yang kurang sempurna (pembesian dan mutu beton yang tidak memenuhi syarat standar SNI). Retak-retak kecil atau retak rambut, banyak disebabkan oleh pengaruh lingkungan. Umumnya terjadi karena balok terpapar sinar matahari dan hujan.

Untuk balok yang di bawahnya terdapat dinding, dapat dibuat kolom/tiang kecil tambahan disekitar retakan. Fungsi kolom ini adalah untuk menopang balok dan membantu menyalurkan beban ke bawah/pondasi.

Untuk balok yang di bawahnya tidak memungkinkan diberi kolom tambahan, pertama-tama diberi injeksi epoxy (cairan kimia untuk menyatukan 2 jenis material yang berbeda) pada retakan. Kemudian dilakukan pembesaran dimensi balok dengan perkuatan eksternal.

Untuk retakan kecil, cukup dilakukan penambalan dengan plesteran. Tujuan agar tulangan besi tidak terhubung dengan udara luar yang dapat menyebabkan karat.

Satu Tanggapan

  1. Pak saya mau minta bahasan yang lebih rinci mengenai masalah pola retak pada balok,tks…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: