Ancaman dari Meksiko

Hari-hari ini penduduk dunia dibuat cemas oleh virus flu yang berpotensi menimbulkan pandemi.

Di Meksiko, sejak Maret 2009, tak kurang dari 1.400 orang terjangkiti flu babi, 103 di antaranya meninggal. Selain itu, dilaporkan ada 20 kasus flu babi di Amerika Serikat, 4 kasus di Kanada, dan 10 kasus di Selandia Baru.

Menurut situs Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS, normalnya virus flu babi hanya berjangkit pada babi dengan tingkat kematian rendah. Namun, secara sporadis terjadi infeksi pada manusia. Tahun 1976, flu babi menjangkiti para tentara di Fort Dix, New Jersey, AS. Setidaknya empat orang sakit serius dan satu orang meninggal. September 1988 di Wisconsin, AS, seorang perempuan hamil meninggal akibat flu babi setelah mengunjungi sebuah pameran babi.

Secara umum, flu atau influenza adalah penyakit yang disebabkan virus dari famili Orthomyxoviridae. Nama “influenza” berasal dari bahasa Italia yang berarti “pengaruh”.

Selain pada manusia, penyakit ini juga berjangkit pada unggas, babi, anjing, kucing, dan kuda.

Tercatat ada tiga pandemi flu yang mencabut jutaan nyawa manusia di seluruh dunia. Yang pertama flu spanyol (1918-1920). Pandemi akibat virus flu subtipe H1N1 ini dianggap yang terbesar sepanjang sejarah karena korban diperkirakan 20 juta-100 juta jiwa. Selanjutnya ada flu asia (1957-1958) subtipe H2N2 yang membunuh 1 juta-1,5 juta jiwa. Yang ketiga flu hongkong (1968-1969) subtipe H3N2, dengan korban 1 juta jiwa.

Tahun 1997 di Asia muncul flu burung (H5N1) yang dikhawatirkan menimbulkan pandemi. Untungnya, sejauh ini virus flu burung tidak bermutasi ke bentuk virus yang bisa menular dari manusia ke manusia.

Adapun flu babi disebabkan virus influenza tipe A. Virus ini pertama kali diisolasi tahun 1930. Saat ini ada sejumlah subtipe flu babi yang teridentifikasi, yaitu H1N1, H1N2, H3N1, dan H3N2.

Pada manusia, gejala flu babi mirip flu manusia, yaitu demam, lesu, sakit kepala, batuk, pilek, tenggorokan sakit, mual, muntah, dan diare.

Virus ini menyebar lewat udara, yaitu lewat bersin dan batuk penderita. Virus tidak menular lewat daging babi jika dimasak dengan suhu minimal 71 derajat celsius.

Untuk mengatasi virus itu, CDC merekomendasikan antivirus oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir (Relenza). Obat itu efektif jika mulai diberikan dalam dua hari pertama gejala tampak.

Dari penelitian, antigen

H1N1 pada flu babi tidak sama dengan H1N1 pada flu manusia. Karena itu, flu babi tak bisa dicegah dengan vaksin flu manusia.

Menurut Deputy Director for CDC Science and Public Health Dr Anne Schuchat, strain virus flu babi di AS merupakan perpaduan virus flu manusia, flu burung, serta tipe flu babi dari Amerika, Eropa, dan Asia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan CDC memberikan perhatian pada strain virus flu baru ini karena menular dari manusia ke manusia dengan tingkat kematian cukup tinggi. Hal ini berpotensi menimbulkan pandemi.

Pejabat Direktur CDC Richard Besser menyatakan belum tahu mengapa kasus flu babi di AS bersifat ringan, sementara di Meksiko menimbulkan kematian beruntun. Ia menduga ada perbedaan strain virus.

Dari 14 contoh virus flu babi Meksiko yang dikirim ke CDC, hanya tujuh yang mirip dengan virus flu babi AS. Sejak 25 April, tim CDC tiba di Meksiko untuk melakukan penelitian bersama para peneliti Meksiko. (ATK)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: